Memori Penuh
Katanya mudah?
(Menghela napas....)
Bertemu banyak orang, berbagi tawa, bertukar cerita, bahkan memberi harapan walau sedikit. Namun, sering terselip "melupakan seseorang jauh lebih sulit daripada mencintai seribu orang".
Bukan karena ia paling sempurna, bukan pula karena kisahnya bahagia. Melainkan sebaliknya, banyak kurangnya, ada salahnya, dan ada lukanya. Tapi, ia berhasil menyentuh inti jantung. Tempat paling sunyi dan paling jujur. Tempat dimana tidak semua orang bisa masuk, apalagi menetap.
"Ketika seseorang telah menyentuh inti jantung, ia tidak mudah pergi begitu saja. Ia tertinggal".
Kita mungkin bisa bertemu orang baru, membuka obrolan baru, bahkan membangun rasa yang baru. Tapi, sering kali semuanya hanya menyentuh kemungkinan-kemungkinan yang ada.
Orang-orang yang datang setelahnya sering kali membawa harapan. Tapi, hati bukanlah soal logika. Hati menyimpan memori yang kadang sulit dihapus dalam waktu singkat. Ada jejak yang tertinggal, dan jejak itu membentuk cara kita mencintai selanjutnya. Lebih hati-hati atau lebih takut.
Melupakan ternyata bukan berarti berhenti mengingat. Ia adalah proses berani menerima bahwa seseorang pernah sangat berarti, tanpa harus terus memeluknya. Mengakui bahwa kita pernah memberikan bagian dari diri kita kepada seseorang yang mungkin hanya tinggal cerita.
Pada akhirnya, melupakan bukan tentang menghapus seseorang dari hidup kita, melainkan menempatkannya pada bagian dari perjalanan untuk melanjutkan hidup.


<< Beranda